Keratitis adalah reaksi inflamasi kornea. Keratitis jamur dapat menyebabkan infeksi jamur yang serius pada kornea dan berdasarkan sejumlah laporan, jamur telah ditemukan menyebabkan 6%-5% kasus keratitis ulseratif. Lebih dari 70 spesies jamur telah dilaporkan menyebabkan keratitis jamur.
Keratitis jamur dapat disebabkan oleh:
a. Jamur
berfilamen (filamentous fungi)
Bersifat multiseluler dengan
cabang-cabang hifa, terdiri dari:
·
Jamur bersepta : Furasium sp,
Acremonium sp, Aspergillus sp, Cladosporium sp, Penicillium sp, Paecilomyces
sp, Phialophora sp, Curvularia sp, Altenaria sp.
·
Jamur tidak bersepta : Mucor sp,
Rhizopus sp, Absidia sp.
b. Jamur
ragi (yeast) yaitu jamur uniseluler dengan pseudohifa dan tunas : Candida
albicans, Cryptococcus sp, Rodotolura sp.
c. Jamur
difasik. Pada jaringan hidup membentuk ragi sedang media pembiakan membentuk
miselium : Blastomices sp, Coccidiodidies sp, Histoplastoma sp, Sporothrix
sp.
1.
Manifestasi Klinis
Reaksi
peradangan yang berat pada kornea yang timbul karena infeksi jamur dalam bentuk
mikotoksin, enzim-enzim proteolitik, dan antigen jamur yang larut. Agen-agen
ini dapat menyebabkan nekrosis pada lamella kornea, peradangan akut , respon
antigenik dengan formasi cincin imun, hipopion, dan uveitis yang berat.
Ulkus
kornea yang disebabkan oleh jamur berfilamen dapat menunjukkan infiltrasi
abu-abu sampai putih dengan permukaan kasar, dan bagian kornea yang tidak
meradang tampak elevasi keatas. Lesi satelit yang timbul terpisah dengan lesi
utama dan berhubungan dengan mikroabses stroma. Plak endotel dapat terlihat
paralel terhadap ulkus. Cincin imun dapat mengelilingi lesi utama, yang
merupakan reaksi antara antigen jamur dan respon antibodi tubuh. Sebagai
tambahan, hipopion dan sekret yang purulen dapat juga timbul. Reaksi injeksi
konjungtiva dan kamera okuli anterior dapat cukup parah. Untuk menegakkan
diagnosis klinik dapat dipakai pedoman berikut :
·
Riwayat trauma terutama tumbuhan,
pemakaian steroid topikal lama
·
Lesi satelit
·
Tepi ulkus sedikit menonjol dan kering,
tepi yang ireguler dan tonjolan seperti hifa di bawah endotel utuh
·
Plak endotel
·
Hypopyon,
kadang-kadang rekuren
·
Formasi cincin sekeliling ulku
·
Lesi kornea yang indolen
Gambar 6. Keratitis Fungi
1. Pemeriksaan Penunjang
·
Pemeriksaan yang dapat dilakukan yaitu
pemeriksaan kerokan kornea (sebaiknya dengan spatula Kimura) yaitu dari dasar
dan tepi ulkus dengan biomikroskop. Dapat dilakukan pewarnaan KOH, Gram, Giemsa
atau KOH + Tinta India.
·
Biopsi jaringan kornea dan diwamai
dengan Periodic Acid Schiff atau Methenamine Silver.
2.
Terapi
Obat-obat
anti jamur yang dapat diberikan meliputi:
·
Polyenes termasuk natamycin, nistatin,
dan amfoterisin B.
·
Azoles (imidazoles dan triazoles)
termasuk ketoconazole, Miconazole, flukonazol, itraconazole, econazole, dan
clotrimazole.`